Dosen Peternakan UMM Siap Pasarkan Pupuk Cair

Kamis, 28 Juni 2018 06:38 WIB

DOSEN Fakultas Peternakan UMM Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini, MP kembali hadir dengan risetnya yang dikembangkan ke dunia pertanian. Hal ini karena pupuk cair buatannya berasal dari mikroba yang mampu mendegradasi senyawa kompleks. Sehingga, pupuk cairnya memiliki lima keunggulan dengan standar riset lapan. Tak ayal, setelah melakukan uji coba diberbagai daerah, nantinya pupuk cair tersebut akan dikomersalisasikan dengan target kerjasama industri.
“Saat ini, dalam sebulan memproduksi 40-50 botol per liter. Jika nanti dikembangkan dengan kerja sama industri harus mampu memproduksi 30 ribu botol setiap bulan. Setiap botolnya berisi pupuk cair yang berbeda-beda mulai dari satu liter, lima liter, hingga 20 liter,” ungkap Prof Indah Prihartini kepada Malang Post, kemarin.
 
Indah membeberkan, penelitian pupuk cairnya berjalan cukup lama mulai dengan mengisolasi mikroba hampir 13 tahun lalu. Mikroba tersebut menempuh berbagai uji coba dan pemurnian untuk menjadi agen biodegradasi. Mikroba ini yang bertujuan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan tanaman sehingga meningkatkan produktivitas.
 
“Bahan pembuatannya sendiri berbahan mikroba organik yang diisolasi dan dimurnikan hampir 13 tahun, setelah itu diproses kembali selama dua tahun penelitian. Bentuknya seperti pupuk cair, yang memiliki lima fungsi, yakni biodekomposer, pembenahan tanah, bioproteksi, biofertilizer, hingga bioaktivasi,” terang S3 Ilmu Pertanian tersebut.
 
Menunggu produksi massal dan izin edar keluar, pupuk cair ini sudah diujicobakan ke berbagai daerah. Tahun ini saja, pupuk cair telah diujicoba untuk wilayah Situbondo, Riau, Kalimantan hingga Papua. Selain siap dipasarkan, kerja sama dengan industri pupuk nantinya akan dijembatani oleh Kemenristekdikti. 
“Mikroba sibolga tersebut telah teruji lapang yang memiliki standarisasi dan mutu terjamin. Sehingga aman untuk tanah, manusia, tanaman, dan ternak. Dalam prosesnya, mendapatkan satu jenis potensial ini tentu membutuhkan waktu lama,” ulas wanita kelahiran 29 Juli 1965 ini.
 
Sesuai dengan hobinya yakni mendampingi petani, hampir setiap minggu, selain mengajar Indah juga sibuk ke berbagai daerah mendampingi kelompok petani dan peternak di daerah Batu, Banyuwangi, Jombang, dan Situbondo. Menurutnya, Jawa Timur masih daerah pertanian, sehingga dia optimis produk risetnya dapat masuk pasar sejenis.
 
“Saya berharap, mahasiswa ke depan juga dapat mengembangkan inovasi teknologi yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat. Riset harus aplikatif dan inovatif yang mampu memperbaiki pertanian dan peternakan khususnya di Jawa Timur,” tutup wanita asli Bogor ini. (Malangpost)

Sumber: https://www.malang-post.com/pendidikan/siap-pasarkan-pupuk-cair

Shared: