Peternakan
Universitas Muhammadiyah Malang
Peternakan
Universitas Muhammadiyah Malang

Agribisnis Perunggasan model Kemitraan ayam pedaging di Kabupaten Malang memiliki keunggulan kompetitif

Author : Administrator | Jum'at, 17 Februari 2012 09:09 WIB

      Itulah salah satu hasil kesimpulan yang di sampaikan oleh Dr.Ir.Sutawi MP dalam gelar ujian disertasi. Dengan demikian Jurusan Peternakan FPP Universitas Muhammadiyah Malang telah menelurkan 1 doktor lagi pada Program Doktor Ilmu Ternak, minat Agribisnis Peternakan di Program Pascasarjana Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang. Ujian disertasi dilaksanakan  pada tanggal 9 Februari 2012 dengan judul “Analisis Biaya Sumberdaya Domestik Kemitraan Ayam Pedaging dalam Usaha Pengembangan Agribisnis Perunggasan”. Beliau lulus dengan waktu paling cepat diantara teman-teman seangkatan, dengan kategori comloude.

Berdasarkan hasil penelitiannya, disimpulkan bahwa :

     1.      Kemitraan ayam pedaging di Kabupaten Malang merupakan usaha yang efisien, baik dari sisi financial maupun ekonomi. Kemitraan ayam pedaging di Kabupaten Malang menanggung harga input yang lebih mahal daripada harga sosialnya. Hal ini menunjukkan bahwa kemitraan ayam pedaging di Kabupaten Malang tidak mendapat insentif dari kebijakan pemerintah.
2.      Kemitraan ayam pedaging di Kabupaten Malang memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif.
3.      Perubahan harga pakan mencapai harga efisiensinya meningkatkan efisiensi dan daya saing kemitraan ayam pedaging   di Kabupaten Malang. Apresiasi nilai tukar rupiah meningkatkan efisiensi dan daya saing kemitraan ayam pedaging di Kabupaten Malang.

Dalam ujian disertasinya beliau menyarankan :

1.        Perusahaan mitra dan pemerintah perlu membantu peternak meningkatkan skala usahanya dalam upaya meningkatkan profitabilitas usahanya. Hal ini dapat dilaksanakan misalnya dengan memberikan krdit lunak bagi pengembangan usaha peternakan rakyat ayam pedaging

2.        Pemerintah perlu mempercepat program swasembada jagung dalam rangka mengurangi ketergantungan industri pakan terhadap bahan baku impor, misalnya dengan pencetakan lahan tanam atau sawah baru.

3.        Pemerintah perlu mengurangi atau menghapus bea masuk bahan pakan ternak, sehingga biaya produksi ayam pedaging menjadi lebih murah. Hal ini berdampak lebih lanjut terhadap penurunan harga daging ayam dan peningkatan konsumsinya.

4.        Berkaitan dengan daya saing yang semakin meningkat, perlu didorong perluasan pasar ke pasar ekspor melaluai pengembangan industri pengolahan (pemotongan, pengemasan, penyimpanan/cold storage) melalui berbagai kebijakan pemerintah, misalnya kredit lunak, penghapusan PPn, perijinan dan lain-lain.

 

 

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image