Peternakan
Universitas Muhammadiyah Malang
Peternakan
Universitas Muhammadiyah Malang

KANIBALISME DAN PENANGGULANGANNYA

Author : Administrator | Senin, 03 September 2012 10:12 WIB
http://www.upc-online.org/pics/debeak_lg.jpg
Debeaking. (http://www.upc-online.org/pics/debeak_lg.jpg)

 

A.      Definisi

Kanibal adalah kebiasaan ayam yang saling mematuk dan bahkan memakan telurnya sendiri. Kebiasaan ini sangat berbahaya bagi kehidupan unggas dan merugikan (www.infoagrobisnis.com)

B.      Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Kanibalisme

1.       Ayam kekurangan pakan dan defisiensi mineral.

Ayam kekurangan batu-batuan (grit), mineral (NaCI dan Kalsium) dan kandungan nutrisi lainnya akan memicu timbulnya sifat kanibalisme. Pada ayam petelur, ayam mematuk telurnya untuk menambah kekurangan kalsium. Pada ayam broiler ayam akan mematuk bulu, pial, jari-jari kaki ayam lainnya, bahkan hal ini jika terlalu parah dapat mengakibatkan kematian (sentralternak.com)

2.       Populasi ayam dalam 1 kandang dan keseragaman umur.

Jumlah ayam dalam suatu kandang yang terlalu padat, dapat mengakibatkan suhu ruang meningkat, sehingga ayam akan saling berebut untuk mendapatkan tempat yang nyaman. Dalam mencari tempat yang nyaman, ayam akan melakukan kanibalisme (bertarung) untuk mendapatkan tempat nyaman tersebut (www.docayamkampungsuper.com)

Keseragaman umur ternak sangat penting karena kebanyakan ternak yang lebih dewasa akan menyerang ternak yang lebih muda, hal ini berakibat fatal jika saat pematukan mengenai mata atau organ lainnya yang menyebabkan cacat.

3.       Udara di dalam terlalu panas, kelembaban tinggi.

Kondisi suhu kandang yang terlalu dan lembab akan mengakibatkan unggas menjadi stress. Hal ini dapat memicu timbulnya kanibalisme karena ternak berusaha melepaskan panas tubuh dengan mencari tempat yang nyaman.

4.       Kurang tempat makan dan minum baik dari segi jumlah maupun luasnya.

Kekurangan tempat pakan dan dapat memicunya kanibalisme, hal ini karena ternak akan berebut untuk makan ataupun minum. Sifat alamiah ternak akan saling memperebutkan makanan. Mereka akan saling mematuk jika tempat pakannya sedikit.

5.       Parasit

Parasit yang dapat memicu terjadinya kanibalisme adalah parasit luar yang dapat menyebabkan penyakit antara lain : kutu, caplak, tungau, dan pinjal. Ternak akan mematuk-matuk tubuhnya yang terasa gatal, bahkan bisa sampai berdarah (www.infoagrobisnis.com)

6.       Warna merah (jengger)

Ayam cenderung menyerang warna merah (jengger), hal ini sering terjadi pada ayam kampong dan ayam petelur. Unggas akan mematuk jengger unggas lainnya. Sifat ini sifat alami ayam (www.infoagrobisnis.com)

C.     Penanggulangannya

1.       Cara mengatasinya adalah dengan menambah pakan dan air bersih, kalau perlu air minum ditambah dengan sedikit garam dapur, yaitu 5g/liter air selama dua (2) hari berturut-turut (sentralternak.com)

2.       Kepadatan tebar ayam dalam sebuah kandang dikurangi supaya banyak menyisakan ruang gerak. Sehingga ternak dapat dengan mudah melepas panas tubuhnya. Kepadatan kandang sebaiknya 11-12 per meter persegi, hal ini untuk daerah pegunungan. Untuk memelihara dalam bentuk koloni, sebaiknya umur ternak harus seragama, karena unggas yang lebih muda akan menjadi sasaran kanibalisme.

3.       Untuk mengndalikan suhu ruang tetap segar dan kelembapan tetap baik hrus memiliki fentilasi kandang yang baik. Suhu untuk unggas sekitar 33° C.

4.       Dosis pakan per hari diberikan sedikit lebih banyak dan diberikan secara merata agar semuanya mempunyai akses terhadap pakan. Untuk tempat pakan dapat disesuaikan dengan umur ternak dan jumlah populasi ternak.

5.       Melakukan sanitasi kandang dengan membersihkan kandang, dicuci dan disemprot dengan Antisep Formades atau Sporades, membatasi tamu, mencegah hewan liar dan hewan peliharaan masuk ke lingkungan kandang. Untuk membunuh kutu, caplak. Pinjal tungau dengan obat anti kutu (Kututox atau Kututox-S). Untuk mengatasi lalat didalam kandang dengan penyemprotan obat anti lalat.

6.       Debeaking (potong paruh) yaitu memotong sedikit paruh ayam agar tidak melukai ketika dipakai untuk mematuk sesamanya. Pemotongan paruh yang dilakukan pada DOC atau berumur dibawah 1 minggu juga memberikan keuntungan dalam hal penanganan jauh lebih mudah dan paruhnya masih lunak, disamping itu apabila ayam mengalami stress akibat pemotongan paruh maka masih tersedia waktu yang cukup panjang untuk mengembalikan kondisinya kepada keadaan semula. Debeaking pada umur muda biasanya dilakukan pada tipe petelur, yaitu umur 10 - 14 minggu dan 3 - 4 minggu sebelum periode produksi yaitu umur 18 – 20 minggu. (www.infoagrobisnis.com)

 

 

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image