Peternakan
Universitas Muhammadiyah Malang
Peternakan
Universitas Muhammadiyah Malang

Mengatasi Kerabang Telur Tipis

Author : Administrator | Senin, 11 Juni 2012 10:50 WIB
 

  Oleh : Ahmad Yusuf (09910016)

Mahasiswa Peternakan
Universitas Muhammadiyah Malang


 

        A.      Definisi

 

Kualitas dari sebutir telur ditentukan oleh kualitas bagian dalam (kekentalan outih dan kuning telur, warna kuning telur dan ada tidaknya bintik darah pada putih atau kuning telur) dan kualitas nagian luar (bentuk, ukuran dan warna kerabang). Telur ayam komersial yang normal memiliki cirri-ciri berwarna coklat terang, kerabang telur tebal, memiliki berat sekitar 55-65 gram/butir, putih telur kental dan di dalam kuning telur tidka terdapt blood spot/bintik darah.

 

Sejak pertama kali ayam bertelur, yaitu ketika mencapai umur 18 minggu hingga afkir, ukuran dan berat telur memang tidak akan sama setiap harinya. Dalam hal ini, seorang peternak harus memiliki respon untuk menentukan apakah ukuran/berat telur yang dihasilkan sesuai/mendekati standar atau jauh dari stnadar. Jauh dari standar, artinya lebih besar atau lebih kecil. Tidak sesuainya ukuran dan berat telur bisa disebabkan oleh beberapa faktor yang berbeda.

 

Mengenai masalah terkait warna telur, umumnya ada beberapa peternak yang menemukan telur tidak berwarna coklat. Warna coklat pada telur ayam pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor genetik yaitu adanya zat warna phorpyin di saluran reproduksi ayam. Jadi setiap jenis unggas, telah ditentukan warna telurnya baik putih, biru atau coklat. Namun dalm pembentukan warna kulit telur juga dipengaruhi oleh asupan nutrisi atau obat tertentu. Kondisi lingkungan dan penyakit juga bisa berpengaruh terhadap optimal tidkanya pewarnaan kerabang telur. Masalah kerabang telur tipis dna lembek bisa bersumber dari nutrisi ataupun karena infeksi penyakit. Demikian juga dengan putih telur yang encer. Kerabang telur tipis atau lembek adalah keadaan dimana kulit telur lunak dan terawang bial dilihat dengan cahay yang terang(candling).

 

B.      Faktor Penyebab Kerabang Telur Tipis

 

Disini ada beberapa faktor yang mempengaruhi kerabang telur menjadi lembek, diantaranya yaitu:
1.       Kekurangan kalsium atau vitamin D
        Kerabanag telur yang baik sebgaian besar (40-60 %) tersusun atas kalsium. Selama bertelur, ayam membutuhkan kalsium (Ca) sampai 20 kali dari kebutuhan normal. Dlama oviduk tidka cukup tersedia Ca, sehingga saat pembentukan kerabang telur sebagian besar diserap dari Ca bebas yang terdapat dalam plasma darah. Jika sediaan Ca di dalam tubuh ayam tidak tercukupi, maka pembentukan kerabang telur dapat terganggu. Akibatnya kerabang telur lembek.

2.       Suhu/cuaca panas
        Cuaca panas menyebabkan konsumsi ransum turun sehingga ayam tidak memperoleh nutrisi dengan cukup. Selama cuaca panas, ayam akan mulai panting (megap-megap) sehingga mengeluarkan banyak karbondioksida (CO2). Pda pembentukan telur CO2 diperlukan untuk membentuk kalsium karbonat (CaCO3) yang berguna untuk menyusun kerabang telur. Akibatnya kerabang akan lebih tipis dan mudah retak.

3.       Infeksi penyakit
        Penyakit yang dapat menyebabakan kerabnag telur lembek adalah AI, ND, EDS dan IB. Penyakit AI dan EDS dapat menyebabkan telur tidak memeliki kerabnag, pada kasus ND kualitas kerabang telur menjadi tidak normal (kasar, tipis, atau lembek)

4.       Bunyi gaduh atau perlakuan yang kasar dapat menyebabkan ayam kaget/stress. Stress tersebut dapat menyebabkan proses pembentukan kerabang telur tidak berlangsung secara sempurna. Oleh sebab itu, penting untuk menjaga agar ayam setenang mungkin selama masa bertelur (Info Medion Edisi November 200)
.


C. Pencegahan

 

1.       Untuk mengatasi kekurangan kalsium, dapat ditambahkan grit (tepung kulit kerang) dalam ransum. Grit merupakan sumber kalsium yang baik. Selama masa grower, grit diberikan sebanyak 0,5 kg tiap 100 ekor ayam. Pemberian grit dilakukan 2 kali sehari tiap minggu. Khusus selama masa bertelur, grit sebaiknya diberikan pada sore hari karena penyerapan kalsium paling baik pada malam hari. Ukuran grit yang baik adalah sekitar 2-4 mm, ukuran yang terlalu besar justru dapat mengganggu proses pencernaan. Perlu diingat juga bahwa penyerapan Ca oleh tubuh ayam dipengaruhi oleh kecukupan vitamin D. Olhe sebab itu selain pemberian grit, perlu ditambahkan juga Strong Egg atau Egg Stimulant.

 

2.       Untuk mengatasi cuaca panas, sediakan air munim dan tempat minum dalam jumlah yang cukup, buka tirai lebar-lebar, pasang kipas angin, ganti sekam yang basah, dan lakukan penyemprotan kandang dengan menggunakan desinfektan seperti Antisep atau Neo Antisep. Jika perlu, ayam dipuasakan makan 1-2 jam selama cuaca panas pada siang hari untuk mengurangi panas yang sikeluarkan oleh tubuhnya.

 

3.       Untuk mengatasi kasus karena infeksi penyakit lakukan program vaksinasi sesuai kondisi peternakan setempat, dengan menggunakan Medivac ND Hitcher B1, Medivac ND Clone 45, Medivac AI, Medivac IB H-120, Medivac IB H-52, Medivac ND-IB, Medivac ND-IB Emulsion, Medivac ND-AI Emulsion, Medivac ND-IB-IBD Emulsion atau Medivac ND-EDS-IB Emulsion

 

4.       Oleh sebab itu, penting untuk menjaga agar ayam setenang mungkin selama masa bertelur

 

 

 

Jadi kerabang telur lembek bukan disebabkan oleh kelebihan dosis Egg Stimulant. Egg Stimulant mengandung multivitamin dan antibiotic egg promoter yang diperlukan untuk produksi telur, kelebihan dosis akan dikeluarkan dari tubuh melalui feses.


Daftar Pustaka

 

Info Medion Edisi November 2009 

www.poultrysite.com

 

 

(sumber : Dok. Medion)

 

(sumber : Prof. DR. drh. I Wayan Teguh Wibawan, MS)

 

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image