Peternakan
Universitas Muhammadiyah Malang
Peternakan
Universitas Muhammadiyah Malang

Pakan Kambing Perah

Author : Administrator | Rabu, 30 Mei 2012 10:36 WIB
http://1.bp.blogspot.com/_dbo4h5aUuPk/S25l5xalNmI/AAAAAAAAAr4/AIwJ6rCiKvA/s400/kambing+makan.jpg
 

Ir.Asmah Hidayati, MP
Staf Pengajar Jurusan Peternakan
Fakultas Peternakan-Perikanan
Universitas Muhammadiyah Malang




A. Pendahuluan

           Kambing perah merupakan komoditi yang digunakan di banyak Negara berkembang khususnya di Asia dan Afrika sebagai komoditi untuk meningkatkan pendapatan dan kesehatan masyarakat. Beberapa alasan kambing perah sebagai alat untuk mengentaskan kemiskinan adalah merupakan komoditi yang fleksible didalam pengelolaan karena tidak memerlukan lahan luas, modal relative lebih kecil, dapat dipelihara oleh wanita dan anak-anak, dapat menghasilkan air susu yang setiaphari dengan harga cukup tinggi, gizi yang terdapat didalam air susu kambing dapat sebagai obat berbagai penyakit dan mengatasi malnutrisi pada anak-anak (Devendra, 2012).

           Produksi susu kambing perah memberikan kontribusi sebesar 2,2 % dari total produksi susu sedunia, dan pada tahun 2009 telah diperoleh data bahwa Asia adalah benua terbesar produksi susu kambing  (59% dari total produksi susu dunia), Afrika 21% dan eropa 16 % (Seifert, J, 2012). Populasi kambing perah di Negara berkembang, lebih kurang 921 juta atau lebih 90 % dari populasi dunia, dan  60 %nya terdapat di Asia, demikian pula breed terbanyak dijumpai di Asia (FAO, 2010 dalam Makkar, 1012). Didalam pemeliharaannya kambing perah paling banyak dijumpai dalam lokasi lahan sempit  sehingga sangat diperlukan pemilihan bahan pakan berkualitas dengan suplemen dan tambahan bahan pakan lain untuk mencukupi kebutuhan mineral khususnya.

Untuk menghasilkan produksi air susu yang optimal maka diperlukan perawatan ternak yang baik seperti pemeliharaan kesehatan, pengaturan perkawinan dan pemberian pakan yang tepat. Pakan merupakan faktor terbesar untuk menghasilkan produktivitas tinggi, yaitu produksi air susu pertumbuhan dan produksi cempe. Bagaimanakah pakan kambing perah yang baik dan tepat,  kita bahas pada makalah ini

B. Pakan Kambing Perah

1. Jenis Pakan

Kita telah mengetahui bahwa pakan kambing perah lebih beragam dan lebih ‘sulit” dibanding domba. Hal ini disebabkan oleh sifat kambing perah yang lebih “memilih” pakan dibanding ternak lainnya. Latar belakang  pemilihan pakan  oleh kambing perah juga dikarenakan asal usul ternak yang hidupnya lebih liar dan aktif sehingga kambing cenderung memilih pakan.

Jenis pakan kambing perah yang  umum adalah hijauan dan konsentrat.  Hijauan  terdiri atas rumput, leguminosa, daun tanaman pangan, daun tanaman buah, daun tanaman lain (ramban), limbah tanaman pangan. Konsentrat terdiri atas limbah  pengolahan bahan pangan seperti dedak,bekatul, onggok, bungkil kedelai, pollard dan lainnya.

Semua bahan pakan tersebut ketersdiaan di setiap tempat berbeda-beda sehingga jenis pakan yang diberikan ke kambing perah juga berbeda disetiap wilayah, menyesuaikan dengan potensi wilayah setempat ternak dipelihara.

2. Apa saja nutrisi yang harus ada pada bahan pakan?

Setiap bahan pakan mengandung air, protein dan energy (lemak dan karbohidrat), vitamin khususnya vitamin A dan mineral khususnya Ca dan P. semua nutrisi diperlukan oleh ternak dengan jumlah berbeda mengikuti berat badan, status ternak (cempe, dara, bunting, laktasi, kering, pejantan),  dan produksi serta kualitas air susu. kandungan nutrisi pada setiap bahan pakan juga berbeda bergantung pada enis paban pakan,  lokasi, musim dan umur tanaman.


Contoh kandungan nutrisi beberapa bahan pakan dapat dilihat pada Tabel 1. berikut:

      Tabel 1. Kandungan nutrisi beberapa bahan pakan (gram/kg BK)

Bahan pakan

Kadar Air

Protein Kasar Tercerna

TDN

Ca

P

Rumput Gajah dewasa

Rumput Lapang

Gamal masa bunga

Lamtoro berbiji muda

Turi 6 minggu

Daun nangka

Daun kembang sepatu

Daun Pisang

Jerami jagung kering

Jerami jagung segar

Ampas tahu

Onggok

Tetes/molasses

Bungkil kedelai

Pollard

Dedak padi

 

 

280

190

250

290

170

860

190

160

860

200

100

300

770

860

860

860

 

10

23

38

52

33

65

25

16

26

5

15

1

8

413

114

75

100

108

200

220

-

450

130

110

440

120

69

206

410

670

740

700

-

-

1

6,0

1,7

-

-

-

4,6

1,2

-

-

8,4

2,4

0,9

1,0

-

-

0,5

0,1

0,8

-

-

-

0,9

0,2

-

-

0,9

5,7

7,8

1,3 

     Sumber: Feeding Table Practical Guide LUW-UBIBRAW-AH Project, (1990)

3. Kegunaan Nutrisi

Air  merupakan bagian terbesar pada bahan pakan hijauan, merupakan nutrisi terpenting bagi setiap ternak. Air digunakan untuk memudahkan  senyawa nutrisi lainnya bergabung atau berpisah untuk menyusun senyawa baru yang diperlukan oleh tubuh ternak, yang selanjutnya digunakan untuk menyusun sel baru untuk pertumbuhan, menyusun bahan bahan untuk produksi susu, atau untuk pertumbuhan calon cempe. Untuk kambing perah air mutlak diperlukan  dan lebih banyak jumlahnya saat ternak diberi pakan kering seperti hay, jerami atau pakan komplit, Karen bahan pakan hijauan lebih banyak mengandung air dibanding hay, silase, pakan komplit atau jerami .

Protein sangat penting untuk pertumbuhan, karena sebagai bahan baku utama untuk membentuk sel. Selain itu juga untuk produksi air susu, protein sangat penting untuk kualitas air susu seperti kadar protein susu. bahan pakan tinggi kandungan protein : golongan leguminosa pohon (sengon, asem, kaliandra, gamal, lamtoro dan turi), bekatul, ampas tahu, kedelai dan bahan pakan dari hewan seperti tepung ikan, tepung tulang dan lainnya. Pemberian protein melalui bahan pakan diusahakan tidak berlebih dan tidak kurang. Kalau kurang maka ternak kurang optimal pertumbuhan dan lainnya pada proses metabolism di tubuh ternak, dan sebaliknya apabila lebih akan dibuang percuma atau pemborosan.

Energi  pada bahan pakan tidak kalah penting untuk ternak khususnya kambing perah, karena energy ini diperlukan untuk mengoah bahan pakan menjadi bahan lain yang sangta diperlukan oleh ternak baik untuk pertumbuhan , produksi maupun reproduksi. Jumlah energy pada bahan pakan sebaiknya tepat terutama untuk kambing perah, karena menyangkut kelangsungan produktivitas khususnya produksi susu. Agar kambing perah tetap mempunyai produksi yang tinggi maka harus dijaga agar tidak kegemukan, maka kebutuhan energy ternak harus dipenuhi tetapi tidak berlebih.

4. Bagaimanakah memilih bahan pakan yang sesuai dan diperlukan oleh ternak kita?

Bahan pakan merupakan faktor terbesar dari sisi beaya pemeliharaan kambing perah, dan dari beberapa perhitungan berkisar antara 50 sd 70 % dari total beaya pemeliharaan. Untuk itu pemilihan bahan pakan sangat penting karena berkaitan langsung dan tidak langsung dengan produksi dan keuntungan. Bahan pakan yang berkualitas dan murah serta mudah diperoleh merupakan bahan pakan yang tepat untuk ternak sehingga didalam pemeliharaannya kita dapat memperoleh keuntungan optimum. beberapa hal yang penting diperhatikan didalam memilih bahan pakan diantaranya adalah:

a. Bahan pakan tersebut tersedia di lokasi setempat (bahan pakan local), untuk menekan beaya transportasi dan tenaga kerja. Bahan pakan ini dapat berupa hijauan, limbah tanaman pangan, tanaman spesifik atau khas, limbah olahan produk pertanian dan lainnya.

b. Bahan pakan dipilih yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan (sebagai sumber protein, energy atau serat), sehingga dapat memenuhi kebutuhan ternak sehingga dapat mempertahankan bahkan meningkatkan produksi susu saat laktasi.

c. Bahan pakan dipilih berdasarkan atas harga dan kualitas.  Bandingkan harga bahan pakan yang mempunyai kualitas sama, sehingga kita bisa menghemat beaya pakan.

d. Bahan pakan yang diberikan ke ternak usahakan bervariasi untuk antisipasi saat sulit hijauan (saat kemarau), sehingga ternak telah biasa apabila diberi limbah tanaman pangan atau lainnya.

5. Bagaimanakah menyusun pakan yang baik agar produksi susu optimal dan diperoleh untung?

Banyak cara untuk menyusun pakan dari beberapa bahan pakan tersedia sehinga dapat memenuhi kebutuhan setiap ternak sesuai dengan statusnya. salah satunya adalah menyusun pakan secara praktis yaitu berdasarkan atas bobot badan ternak, pertumbuhan  dan produksi susu sehinggaa dapat diperoleh angka kebutuhan protein dan energinya.  Berikut ini adalah kebutuhan bahan kering pakan dan protein.

Tabel 2. Kebutuhan bahan kering dan protein kasar serta konversi ke bahan segar.

Bobot badan (Kg)

PBB (Gram/hari)

Produksi susu dg kadar prot 3 % (kg)

Kebutuhan bahan kering 3 sd 4 % BB (kg)

Kebutuhan protein kasar

(gram)

Konversi ke bahan segar (kg)

35 - 39

 

40 - 45

 

46 - 50

 

 

30

 

30

 

30

 

 

0,6 - 1

1 - 1,5

0,6 - 1

1 - 1,5

0,6 - 1

1 - 1,5

 

1,40

 

1,60

 

2,00

104,68

117,40

111,72

123,44

140,15

151,16

 

      Sumber : Dairy Goat Feed, Langston University (2007)

Setelah diketahui kandungan bahan pakan yang kita pilih dan kebutuhan nutrisi ternak yang akan kita berikan, maka selanjutnya kita dapat menyusun pakan dari beberapa jenis bahan pakan dengan cara mencoba-coba (Trial) sehingga susunan bahan pakan tepat dengan kebutuhan nutrisi per ekornya.

Susunan bahan pakan kambing perah dengan bobot badan 40 kg pertambahan bobot badan 50 gram per hari, produksi susu 1 liter per hari dengan kadar protein 3%.

 

 

 

Kebutuhan nutrisi

Bahan kering pakan

Total PK

Keterangan

40 kg, susu 1 kg, Pk 3 %, pbb 50 gr/hr

1,4

151,16

 

Susunan pakan                      persentase

 

 

(bila diubah ke bentuk segar, kg)

Gamal

 

0,09

   

lamtoro

 

0

   

Rumput Gajah

0,61

   

Rumput lapang

0

   

Tebon

 

0,2

   

Dedak

 

0,1

   

Sub total hijauan

 

1

   

konsentrat

0,1

   

Total

 

1

   

 

0,1134

0

0,7686

0

0,252

0,126

1,26

0,14

1,4

 

22,5666

0

88,389

0

20,664

9,576

131,619

19,6

151,219

 

 

135 gram

 

4,8 kg

 

 

900 gram

146 gram

 

163 gram

Jumlah

            1,4

   151,13

Kebutuhan BK dan PK terpenuhi

 

Banyak cara untuk menghitung atau menyusun pakan ternak ruminansia, dan semuanya telah dilakukan uji coba untuk mengetahui tingkat ketelitian dan keakuratan cara menyusun pakan tersebut, dan sat ini telah banyak program dalam bentuk software untuk menyusun pakan seperti Excell, UFDA, UFFF dan lainnya.

6. Beberapa cara pemberian pakan kambing perah

Ada banyak cara pemberian pakan kambing perah misalnya:

1. Pemberian segar, pemberian ini paling mudah karena langsung diberikan ke ternak setelah pengambilan pakan. kelebihannya pakan dalam bentuk segar, ternak tidak ada kesulitan apapun. Kekurangannya pakan tidak dapat disimpan dalam waktu lama. Pemberian pkan dapat dalam bentuk cacahan kecil 2 sd 5 cm, bakhan dibeberapa tempat diberikan utuh. untuk pakan cacah, lebih memudahkan ternak mengambil dan mengunyah, tetapi dari sisi tenaga perlu waktu untuk mencacah. pada pemberian segar dapat dicampur dengan dedak/bekatul/bungkil kedelai sekaligus. beberapa peternak memberikan hijauan terpisah dari konsentrat.

2. Pemberian dalam bentuk kering, biasanya berupa limbah tanaman pangan yang difermentasi. Pemberian pakan dalam bentuk kering harus disertai air minum lebih banyak untuk membantu palatabilitas. pemberian pakan bentuk kering memerlukan adaptasi bagi ternak yang belum terbiasa. kelebihan pakan dalam bentuk kering adalah dapat disimpan lebih lama, sehingga dapat digunakan sebagai cara untuk menyimpan pakan saat produksi berlebih.

3. Dalam bentuk pakan komplit yaitu pakan dalam bentuk kering dan sudah dalam susunan yang mencukupi kebutuhan hidup dan produksi kambing perah. Bentuk pakan ini dapat disimpan sampai  6bulan atau lebih bergantung pada tempat penyimpanan. Pakan komplit yang difermentasi atau dibuat silase terlebih dahulu mempunyai kelebihan yaitu palatabilitas meningkat karena tekstur pakan lebih lunak dan bau khas yang meninbah selera makan (Schroeder, 2004). Pada kasus tertentu ternka memerlukan adaptasi lebih lama

C. Penutup

Demikianlah sekilas tentang pakan kambing perah semoga dapat memberikan manfaat kepada kita semua sehinga produktivitas kambing perah dapat meningkat dan yang lebih penting lagi dapat meningkatkan pendapatan keluarga peternak kambing perah.

Sumber Pustaka:

1. Hermanto, Trianti DJ, Sarwiyono dan M.N.M Ibrahim. 1990. Feeding Tables Practical Guide. LUW UNIBRAW-AH PROJECT.

2. Makkar, H.P.S. 2012. Perspective for increasing nutrient use efficiency in dairy goat production. Proceed: 1st Asia dairy Goat Conference. Eds: Rasesee Abdullah. Kuala Lumpur,  Malaysia. 9-12 April 2012.          

3. Schroeder, J.W. 2004. Silage rementation and preservation. extension dairy specialist. AS 1254. june, 2004.

 

 

* Disampaikan pada acara sosialisasi Bimbingan Teknis Kambing Perah, Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Batu, Tanggal 23-24 Mei 2012.

 

 

 

 

 

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image