Program Studi (Prodi) Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan Benchmarking dan diskusi bersama dengan Universitas Kastamonu Turkey.

Acara bertajuk Benchmarking Kurikulum Program Studi Peternakan dan Kuliah Dasar Produksi Ternak tersebut dihadiri langsung oleh perwakilan Universitas Kastamonu yakni Assoc Prof. Osman Sabri, Ph.D dan Assoc Prof. Omer Deniz. Tujuan utama diadakan benchmarking ini adalah untuk menyambung tali silaturahmi antara UMM dan Universitas Kastamonu, juga sebagai ajang untuk berkolaborasi khususnya penelitian dan pengembangan pendidikan bagi mahasiswa yang menempuh prodi peternakan.

Assoc Prof. Osman Sabri, Ph.D salah satu perwakilan dari Universitas Kastamonu menyatakan bahwa kegiatan benchmarking ini dapat memberikan kesempatan baru bagi mahasiswa untuk saling belajar dan bertukar pengetahuan di bidang peternakan.
“Saat ini kami memang akan merencanakan untuk bekerjasama dengan Prodi Peternakan UMM untuk bertukar kurikulum untuk mengembangkan bidang peternakan,” tambahnya.

Acara yang diselenggarakan di Rayz hotel UMM ini, dibuka secara resmi dengan presentasi dan FGD antara UMM dan Universitas Kastamonu Turkey. Hasil dari diskusi tersebut berupa pertukaran kurikulum antara pihak Universitas Kastamonu Turkey dan UMM. Pada diskusi tersebut, pihak Universitas Kastamonu membeberkan kurikulum dan pendekatan pendidikan dengan adanya departemen pendidikan kedokteran hewan.
“Mahasiswa yang berkuliah disini akan melaksanakan perkuliahan selama lima tahun dengan basis keahlian umum pada dua tahun pertama dan basis pendidikan khusus pada tahun selanjutnya,” ucap Osman Sabri.

Selain itu, di Universitas Kastamonu juga menawarkan pertukaran mahasiswa nasional maupun internasional untuk merasakan pendidikan disana dengan penekanan pada kegiatan berbasis penelitian. Tujuan utamanya adalah untuk mengkolaborasikan sistem pendidikan yang didapat di universitas asal dengan Universitas Kastamonu.

Disisi lain, UMM juga memberikan beberapa basis kurikulum pendidikan di Prodi Peternakan. Seperti perkuliahan basis umum selama satu tahun dan basis khusus pada tahun selanjutnya. Prodi peternakan UMM juga memiliki kelas professional atau yang lebih dikenal dengan Center of Excellent (CoE) unggas dan ruminansia.
“Pada kelas professional tersebut, mahasiswa akan diajarkan secara langsung oleh dosen praktisi mengenai pengelolaan hewan ternak,” ucap Bayu Etti Tri Adiyastiti, S. Pt., M. Sc selaku Kaprodi Peternakan UMM.
Tak hanya itu, setelah materi pemberian materi selama enam bulan, mahasiswa kelas professional akan menjalani magang di industri yang bekerja sama dengan UMM. Kegiatan magang tersebut lebih berfokus pada praktik materi yang telah didapat mahasiswa selama menjalani kuliah di kelas professional. Perbincangan pada kegiatan benchmarking juga berakhir dengan rencana kolaborasi UMM dan Universitas Kastamonu seperti riset penelitian dan guest lecture

Wakil Rektor 4 Bidang Riset, Pengabdian, dan Kerjasama UMM, Muhammad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D menyambut baik adanya kerjasama di bidang akademik ini. Menurutnya, pentingnya mengadakan benchmarking ini adalah diharapkan mampu memajukan bidang peternakan di Indonesia.

Selain itu, dengan adanya rencana seperti kolaborasi yang dilakukan Peternakan UMM dan Universitas Kastamonu, dapat berdampak pada sistem pendidikan di Indonesia maupun Turkey.
“Karena kurikulum di Indonesia saat ini dinamakan kurikulum berdampak atau ‘Impactfull Curriculum’. Sehingga menurut saya sistem pendidikannya juga harus melakukan riset yang berdampak di kancah nasional maupun internasional,” ucapnya mengakhiri