Center of Excellence (CoE) merupakan rancangan yang difokuskan untuk melatih kemampuan hard skills dan juga soft skill yang dimiliki oleh mahasiswa Program Studi (Prodi) Peternakan dan diharapkan dapat menjadi suatu keunggulan yang kompetitif sebagai modal tambahan untuk bertarung pada dunia persaingan global.
Prodi Peternakan yang telah mendapatkan rekognisi AUN-QA, sehingga menjadi langkah besar untuk memasuki dan bersaing di kanca Internasional. Profil lulusan menjadi target capaian yang harus dipenuhi oleh Prodi Peternakan dengan mengikuti tagline Universitas yang menjadi dasar gerak langkah bersama UMM Pasti.
Melalui gerak langkah bersama ini dapat memenuhi SDM terbaik untuk memasuki dunia kerja, masyarakat umum baik nasional maupun internasional, juga bangsa dan negara. Sehingga Prodi Peternakan harus mampu untuk menjadi Agent of Change dengan mendirikan kelas unggulan dengan istilah Sekolah Unggulan yang dilaksanakan selama 2 semester (semester 6 dan 7) atau disebut Center of Excellence (CoE).
Terdapat dua kelas Center of Excellence (CoE) dari Prodi Peternakan yakni CoE Kelas Profesional Unggas (KPU) dan CoE Kelas Profesional Ruminansia (KPR). Semua mahasiswa Prodi Peternakan dapat memilih sesuai dengan passion mereka pada semester 5, dan selanjutnya kelas profesional ini akan dilaksanakan pada semester 6 dan 7. Pada semester 6, 80% materi yang diajarkan akan disampaikan oleh mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) yang bertempat di lokasi mitra dan atau kampus UMM. Selanjutnya, pada semester 7 mahasiswa akan belajar secara langsung di lokasi mitra (lapang) selama satu semester (6 bulan) dengan didampingi oleh mitra secara penuh.
Kelas Profesional Unggas
Sudah menjadi rahasia umum bahwa sarjana lulusan perguruan tinggi belum siap memasuki dunia kerja, hal ini terbukti dengan saat dterima bekerja di industri, perusahaan tersebut harus melakukan pelatihan/magang terlebih dahulu sebelum diserahi pekerjaan. Juga bukan rahasia lagi bahwa banyak lulusan sarjana bekerja diluar disiplin ilmu yang dipelajari saat di kampus. Semua ini menandakan bahwa kompentensi yang dimiliki sarjana tersebut belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.Program Kelas Professional Unggas (KPU) prodi Peternakan Fakultas Pertanian Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adalah suatu program pembelajaran yang dirancang secara khusus untuk menghasilkan sarjana yang mempuyai kompetesi tinggi, sehingga dapat memasuki dunia kerja dan industry dengan baik. Mahasiswa KPU hanya khusus mempelari tentang manajemen bisnis unggas. Program ini lahir dilatar belakangi dua keprihinan yaitu : pertama, lulusan sarjana peternakan belum memiliki kompetensi yang baik sehingga kesulitan memasuki dunia kerja. Kedua, antara dunia perguruan tinggi selaku penghasil tenaga keja terdidik dengan dunia industry selaku pengguna tidak pernah ada kolaborasi yang riel dalam membangun sumber daya manusia yang berkompeten. Berdasarkan kepritahatinan itulah maka pada tahun 2018, prodi peternakan FPP UMM memberanikan diri menangkap keinginan sekaligus tantangan dari PT. Charoen Pokphand yang saat itu diwakili bapak Ir. Agung Budiyanto, IPU dan PT. Jatinom Indah Agri yang diwakili bapak Hidayaturrahman, SE, untuk berkolaborasi membangun suatu system pembelajaran yang mampu menghasilkan sarjana peternakan yang mempunyai kompetensi tinggi sehingga siap untuk memasuki dunia kerja dan Industri.
Kelas Profesional Ruminansia
Kondisi umum pembangunan peternakan menunjukkan bahwa terjadi pertumbuhan pada aspek ekonomi, aspek teknis, dan aspek fungsional. Selain itu pembangunan peternakan telah memberikan dampak terhadap ketahanan pangan, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan ekonomi kerakyatan.
Walaupun produk peternakan menjadi sumber protein hewani yang penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, peternakan di Indonesia masih menghadapi masalah yang esensial. Defisit ekspor impor produk ternak masih belum mampu diimbangi dengan kemampuan produksi dalam negeri. Selain sumberdaya ternak lokal harus terus ditingkatkan, penguatan kemampuan tenaga kerja peternakan berbasis kompetensi perlu dilakukan agar dapat berdaya saing global maupun memperoleh reward dan nilai tambah yang memadai. Hal ini harus segera disikapi, terutama dikaitkan dengan tantangan globalisasi abad 21 maupun paradigma baru dalam Melalui pendekatan standardisasi kompetensi sumber daya manusia pertanian diharapkan produk peternakan Indonesia memiliki standar global. Hal ini akan mendukung program pemerintah di bidang peternakan dan kesehatan hewan yaitu pemenuhan pangan asal ternak dan agribisnis peternakan dengan sasaran, peningkatan produksi pangan asal ternak, peningkatan daya saing peternakan, dan peningkatan kesejahteraan peternak
Salah satu aspek yang sangat kritis dalam menyukseskan program peternakan dan kesehatan hewan adalah penguatan dalam usaha budidaya ternak untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri dan kepentingan masyarakat lainnya di suatu tempat secara terus-menerus. Dalam konteks ini, aspek produksi ternak telah menjadi basis kehidupan dan penghidupan masyarakat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Namun demikian, hal ini belum diperkuat dengan ketersediaan tenaga kerja yang kompeten khususnya di bidang produksi ternak. Kompetensi kerja bidang produksi ternak belum memiliki standar baku dalam bentuk Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Oleh karena itu, penyusunan SKKNI untuk produktivitas ternak dipandang perlu dan mendesak untuk dapat dijadikan sebagai acuan baku tentang kriteria standar bagi para pemangku kepentingan khususnya bidang produktivitas ternak. Kompentensi tenaga kerja di bidang produksi ternak dibuktikan dengan sertifikat kompetensi yang diperoleh melalui uji sertifikasi kompetensi. Proses sertifikasi kompetensi merupakan pengujian kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan/atau keahlian serta sikap kerja yang profesional.