Peternakan UMM – Republik Indonesia rencanakan bakal impor sapi hidup sebanyak 1,5 juta ekor. Hal ini bertujuan untuk menaikkan produksi peternakan sapi untuk menutupi kekurangan produksi susu sapi di Indonesia. Rencana ini juga bertujuan untuk mendukung program makan bergizi gratis yang deprogram oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Tanggapan Pemateri

Menanggapi rancangan tersebut, Ir. Ali Mahmud, S.Pt., M.Pt Dosen Program Studi (Prodi) Universitas Muhammadiyah Malang mengaku memberi dukungan penuh terhadap rancangan pemerintah tersebut. Menurutnya, impor dapat mendukung kenaikan produksi susu segar dan daging segar untuk mendukung program makan bergizi gratis.

“Ali Mahmud sebagai Dosen Peternakan UMM”

Menurutnya, rencana impor sapi hidup seperti ini dapat menutupi kebutuhan susu sapi segar RI yang mencapai 80%.
“Karena selama ini produksi nasional hanya dapat memenuhi kebutuhan 20% saja, maka dari itu sebenarnya impor sapi hidup ini perlu didukung untuk menggerakkan peternakan di Indonesia,” tambahnya.

Faktor yang mempengaruhi importir sapi RI karena sapi nasional yang jumlahnya belum mencukupi. Selain itu, nilai transportasi penyebaran ternak nasional juga sangat tinggi. Hal ini membuat banyak para pedagang mengimpor sapi dari negara seperti Australia, Selandia Baru, India, Brazil, dan lainnya.

Peraturan Pemerintah

Untuk itu, pemerintah melalui rencananya juga telah merevisi Peraturan Pemerintah (PP) No. 4 Tahun 2016 menjadi PP No. 11 Tahun 2022 mengenai larangan impor ternak hidup dari negara yang dinilai tidak sehat oleh Organisasi Kesehatan Hewan Dunia atau WOAH. Hal ini untuk membuka peluang luas importer sapi yang berkualitas untuk dibawa hidup-hidup ke Indonesia.

Namun, perlu digaris bawahi, sapi impor yang akan dibeli oleh Indonesia juga akan dilakukan seleksi wilayah dan pengecekan kesehatan sapi. Seleksi wilayah importir bertujuan untuk mengurangi resiko terbawanya penyakit mulut dan kuku (PMK) yang dibawa oleh virus RNA yang termasuk dalam genus Apthovirus, keluarga Picornaviridae.

Lanjut Ali, impor sapi hidup ke Indonesia ini sebenarnya juga akan membawa peluang besar bagi masyarakat. Jika ditelaah lebih jauh, program impor ini akan menyasar pada program makan gizi gratis bagi anak-anak untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka. Tentu, hal ini juga akan mengurangi tingkat gizi buruk anak seperti stunting, mal nutrisi, dan lain-lain.
“Impor sapi hidup ini juga dapat memberikan peluang bagi peternak untuk mengembangkan peternakan sapi yang lebih masif, membuka lapangan pekerjaan, dan mencukupi kebutuhan suus juga daging sapi di Indonesia,” ucapnya.

Harapannya, melalui impor sapi ini dapat memberikan peluang besar bagi peternak sapi nasional. Hal tersebut diharapkan akan mencukupi kebutuhan akan produk susu dan daging sapi segar di Indonesia.
“Harapannya juga pemerintah bersama instansi pendidikan nantinya juga bekerjasama untuk menyelaraskan hasil peternakan di Indonesia untuk kebutuhan program besar pemerintah seperti makan bergizi grats bagi anak-anak,” uangkapnya mengakhiri.